Asro Medika

Kamis, 16 Juni 2011

Arcus Senilis

              Sebuah cincin opaque kelabu/putih di tepi kornea, disebabkan oleh deposit kolesterol/hyalanasi stroma kornea, normal pada usia >50 tahun. Penemuan hasil pemeriksaan fisik ini mengindikasikan adanya gangguan pada metabolisme lipid, dan menjadi indicator adanya kondisi hypercholesterolemia,   hyperlipoproteinemia  atau hyperlipidemia.

Normal Heart Sound


      Bunyi normal pada orang dewasa hanya terdengar 2 macam (S1 dan S2), temuan normal mengindikasikan tidak adanya gangguan pada jantung seperti :
        Regugitasi pada mitral dan aortic valve, Stenosis pada aortic dan mitral valve,tanda dari kegagalan ventrikel kiri pada CHF (congestive heart failure) yang meluas. Suara ini dikenal sebagai protodiastolic gallop atau ventricular gallop, sebuah tipe dari gallop rhythm. (S3 heart sound) Ketika suara jantung S4 terdengar pada orang dewasa (dikenal presystolic gallop atau atrial gallop), maka dapat dicurigai terjadi kegagalan ventrikel kiri.

Anemia (Hb)


          Anemia merupakan keadaan dimana terjadi pengurangan jumlah eritrosit hingga di bawah normal, berkurangnya jumlah hemoglobin dan volume packed red blood cells (hematokrit) per 100 ml darah. Salah satu tanda yang paling sering terjadi pada penderita anemia adalah pucat (bantalan kuku, telapak tangan, membran mukosa mulut, serta konjungtiva). Keadaan ini diakibatkan berkurangnya volume darah, berkurangnya hemoglobin (khususnya oksihemoglobin), dan vasokonstriksi untuk memaksimalkan pengiriman O2 ke organ-organ vital.

Retinopati

        Retinopati merupakan komplikasi atau penyulit dari penyakit Hipertensi dan juga diabetes. Pada diabetes retinopati didapat gambaran funduskopi berupa mikroaneurisma dan endapan lemak. Pada kasus ini retinopatinya lebih disebabkan oleh hipertensi yang ia alami.
         Retinopati hipertensi adalah kelainan retina akibat tekanan darah yang tinggi. Gejalanya hanya dialamai pada kasus yang berat, yaitu berupa penurunan penglihatan. Sedangkan pada kasus ringan dan sedang, tidak menimbulkan gejala apapun. Tanda dan penegakan diagnosis adalah adanya gambaran pembuluh darah yang bocor, diperiksa dengan alat indirect funduscopy. Terapinya adalah dengan menurunkan tekanan darah, lalu laser photocoagulation jika diperlukan. Prognosis pada kasus yang berat tidak begitu baik.

terapi hipertensi dan dm tipe 2


Langkah awal biasanya adalah mengubah pola hidup penderita:
· Menurunkan berat badan sampai batas ideal.
· Mengubah pola makan pada penderita diabetes, kegemukan atau kadar kolesterol darah tinggi.
· Mengurangi pemakaian garam sampai kurang dari 2,3 gram natrium atau 6 gram natrium klorida setiap harinya (disertai dengan asupan kalsium, magnesium dan kalium yang cukup) dan mengurangi alkohol.
· Olah raga aerobik yang tidak terlalu berat.
· Penderita hipertensi esensial tidak perlu membatasi aktivitasnya selama tekanan darahnya terkendali.
· Berhenti merokok.

Terapi obat pada hipertensi dimulai dengan salah satu obat berikut ini:
a. Hidroklorotiazid (HCT) 12,5 – 25 mg perhari dosis tunggal pada pagi hari (Pada hipertensi dalam kehamilan, hanya digunakan bila disertai hemokonsentrasi / udem paru)
b. Reserpin 0,1 – 0,25 mg sehari sebagai dosis tunggal
c. Propanolol mulai dari 10 mg 2 x sehari dapat dinaikkan 20 mg 2 x sehari. (Kontra indikasi untuk penderita asma).
d. Kaptopril 12,5 – 25 mg 2 – 3 x sehari. (Kontraindikasi pada kehamilan selama janin hidup dan penderita asma).
e. Nifedipin mulai dari 5mg 2 x sehari, bisa dinaikkan 10 mg 2 x sehari.

Diabetes Melitus tipe II
Tindakan umum yang dilakukan bagi penderita diabetes antara lain; diet dengan pembatasan kalori, gerak badan bila terjadi resistensi insulin gerak badan secara teratur dapat menguranginya, berhenti merokok karena nikotin dapat mempengaruhi penyerapan glukosa oleh sel.
jika tindakan umum tidak efektif menurunkan glukosa darah pada penderita diabetes Tipe-2 maka dapat diberikan antidiabetik oral :
- Klorpropamid mulai dengan 0,1 gr/hari dalam sekali pemberian, maksimal 0,5 mg/hari
- Glibenklamid mulai dengan 5 mg/hari dalam sekali pemberian, maksimal 10 mg/hari
- Metformin mulai dengan 0,5 gr/hari dalam 2 – 3 kali pemberian, maksimal 2 g/hari.
Obat ini harus dimulai dengan dosis terkecil. Setelah 2 minggu pengobatan, dosis dapat ditingkatkan.       

Anatomi dan Fisiologi Jantung


           Jantung merupakan organ utama dalam system kardiovaskuler. Jantung dibentuk oleh organ-organ muscular, apex dan basis cordis, atrium kanan dan kiri serta ventrikel kanan dan kiri. Ukuran jantung kira-kira panjang 12 cm, lebar 8-9 cm serta tebal kira-kira 6 cm. Berat jantung sekitar 7-15 ons atau 200 sampai 425 gram dan sedikit lebih besar dari kepalan tangan. Setiap harinya jantung berdetak 100.000 kali dan dalam masa periode itu jantung memompa 2000 galon darah atau setara dengan 7.571 liter darah. . Batas atas jantung terdapat pembuluh darah besar (aorta, truncus pulmonalis, dll); bagian bawah terdapat diafragma; batas belakang terdapat aorta descendens, oesophagus, dan columna vertebralis; sedangkan di setiap sisi jantung adalah paru.
          Selaput yang membungkus jantung disebut pericardium dimana teridiri antara lapisan fibrosa dan serosa, dalam cavum pericardii berisi 50 cc yang berfungsi sebagai pelumas agar tidak ada gesekan antara pericardium dan epicardium. Epicardium adalah lapisan paling luar dari jantung, lapisan berikutnya adalah lapisan miokardium dimana lapisan ini adalah lapisan yang paling tebal. Lapisan terakhir adalah lapisan endocardium.
         Ada 4 ruangan dalam jantung dimana dua dari ruang itu disebut atrium dan sisanya adalah ventrikel. Pada orang awan atrium dikenal dengan serambi dan ventrikel dikenal dengan bilik.                             
         Diantara atrium kanan dan ventrikel kana nada katup yang memisahkan keduanya yaitu ktup tricuspid, sedangkan pada atrium kiri dan ventrikel kiri juga mempunyai katup yang disebut dengan katup mitral. Kedua katup ini berfungsi sebagai pembatas yang dapat terbuka dan tertutup pada saat darah masuk dari atrium ke ventrikel
Siklus Jantung
         Siklus jantung adalah urutan kejadian dalam satu denyut jantung. Siklus ini terjadi dalam dua fase yaitu :

    I. Diastole
        Diastole adalah periode istirahat yang mengikuti periode kontraksi. Pada awalnya :
1. Darah vena memasuki atrium kanan melalui vena cava superior dan inferior.
2. Darah yang teroksigenasi melewati atrium kiri melalui vena pulmonalis.
3. Kedua katup atrioventikular (tricuspidalis dan mitralis) tertutup dan darah dicegah untuk memasuki atrium ke dalam ventrikel.
4. Katup pulmonalis dan aorta tertutup, mencegah kembalinnya darah dari arteria pulmonalis ke dalam ventrikel kanan dan dari aorta ke dalam ventrikel kiri.
5. Dengan bertambah banyaknya darah yang memasuki kedua atrium, tekanan di dalamnya meningkat dan ketika tekanan di dalamnya lebih besar dari ventrikel, katup AV terbuka dan darah mulai mengalir dari atrium ke dalam ventrikel.

     II.Sistole
         Sistole adalah periode kontraksi otot, berlangsung selama 0,3 detik.
1. Dirangsang oleh nodus sino-atrial, dinding atrium berkontraksi, memeras sisa darah dari atrium ke dalam ventrikel.(1/3 diastol akhir)
2. Ventrikel melebar untuk menerima darah dari atrium dan kemudian mulai berkontraksi.
3. Ketika tekanan dalam ventrikel melebihi tekanan dalam atrium, katup AV menutup, chordae tendinea mencegah katup terdorong ke dalam atrium.
4. Ventrikel terus berkontraksi. Katup pulmonalis dan aorta membuka akibat peningkatan tekanan ini.
5. Darah menyembur keluar dari ventrikel kanan ke dalam arteria pulmonalis dan darah dari ventrikel kiri menyembur ke dalam aorta.
6. Kontraksi otot kemudian berhenti dan dengan dimulainya relaksasi otot, siklus baru dimulai.
          Setiap kontraksi diikuti periode refrakter absolut yang singkat saat tidak ada stimulus yang dapat menghasilkan kontraksi, dan diikuti periode refrakter relatif yang singkat saat kontraksi membutuhkan stimulus yang kuat.

Denyut Jantung
          Nodus sino-atrial (nodua SA atau pacemaker jantung) adalah daerah kecil serat otot dan sel saraf yang terletak pada dinding jantung di dekat tempat masuk vena cava superior. Pada awalnya sistole, gelombang kontraksi mulai pada nodus ini dan menyebar melalui dinding kedua atrium, merangsang atrium untuk berkontraksi, kontraksi atrium ini tidak menyebar ke ventrikel karena tidak dapat melalui cincin jaringan ikat yang memisahkan atrium dari ventrikel, mencapai dan merangsang nodus atrioventrikularis.

         Nodus atrioventrikularis (nodus AV) adalah daerah kecil jaringan khusus di dalam dinding di antara atrium kanan dan ventrikel kanan. Berkas atrioventrikularis (berkas His) adalah pita otot dan serat saraf yang berjalan pada septum di antara kedua ventrikel, mencapai apeks jantung dan di bagi menjadi dua cabang utama, satu untuk tiap ventrikel yang terbagi menjadi beberapa cabang kecil di dalam dinding ventrikel. Gelombang kontraksi menyebar dari nodus AV ke bawah ke berkas AV dan set off kontraksi kedua ventrikel secara simultan. Gelombang kontraksiyang dimulai pada nodus SA menyebabkan atrium berkontraksi tepat sebelum ventrikel karena gelombang segera mencapai atrium dan gelombang yang menuju ventrikel harus melalui berkas AV.

DAFTAR PUSTAKA

Guyton, Arthur C., dkk.1997.Buku Ajar Fisiologi Kedokteran.Jakarta:EGC

Vertigo


Definisi
Vertigo adalah perasaan seolah-olah penderita bergerak atau berputar, atau seolah-olah benda di sekitar penderita bergerak atau berputar, yang biasanya disertai dengan mual dan kehilangan keseimbangan. 
Vertigo bisa jadi merupakan       pertanda penyakit-penyakit seperti tumor otak, hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes mellitus (kencing manis), jantung, dan ginjal.

faktor penyebab
  • Faktor penyebab utama vertigo adalah:
  • Sistemik, keluhan vertigo yang disebabkan oleh penyakit tertentu, misalnya diabetes mellitus, hipertensi dan jantung.
  • Neurologik, disebabkan oleh gangguan saraf.
  • Ophtalmologik, disebabkan oleh gangguan mata atau berkurangnya daya penglihatan.
  • Otolaringologi, disebabkan oleh berkurangnya fungsi alat pendengaran
  • Psikogenik, disebabkan oleh stres atau tekanan emosional.
Klasifikasi
       Vertigo diklasifikasikan menjadi dua kategori berdasarkan saluran            vestibular yang mengalami kerusakan, yaitu:

Vertigo periferal
Vertigo perferal terjadi jika ada gangguan di saluran yang disebut kanalis semisirkularis, yaitu telinga bagian tengah yang bertugas mengontrol keseimbangan.
                   
 Gejala meliputi:
- pandangan gelap                                           - rasa lelah dan stamina menurun
- sakit kepala                                      - jantung berdebar
- keseimbangan hilang                   - tidak mampu berkonsentrasi
- perasaan seperti mabuk                            - otot terasa sakit
- mual dan muntah-muntah                        - memori dan daya pikir menurun
- berkeringat                                                      - sensitif pada cahaya terang dan suara 
                 
            Gangguan yang berhubungan dengan vertigo periferal termasuk bagian benign parozysmal positional vertigo (gangguan akibat kesalahan pengiriman pesan), penyakit meniere (gangguan keseimbangan yang seringkali menyebabkan hilangnya pendengaran), vestibular neuritis (peradangan pada sel-sel saraf keseimbangan), dan labyrinthitis (radang di bagian dalam pendengaran).

Vertigo Sentral
Vertigo sentral terjadi jika ada sesuatu yang tidak normal di dalam otak, khususnya di bagian saraf keseimbangan, percabangan otak dan serebelum (otak kecil).
Gejala meliputi:
- penglihatan ganda                                                        - sukar menelan
- kelumpuhan otot-otot wajah                  - sakit kepala yang parah
- kesadaran terganggu                                   - tidak mampu berkata-kata
- hilangnya koordinasi                                    - mual dan muntah-muntah
- tubuh terasa lemah
          Gangguan yang berhubungan dengan vertigo sentral termasuk: stroke, multiple sclerosis (gangguan tulang), tumor, trauma di bagian kepala, migren, infeksi, kondisi peradangan, neurodegenerative illnesses (penyakit akibat kemunduran fungsi saraf) yang menimbulkan dampak pada serebelum
  
Obat-obat vertigo:
Antihistamin, seperti dimenhidrinat, difenhidramin, meklizin, siklizin.  Efek sampingnya antara lain mengantuk, mulut kering, penglihatan Kabur.
Obat antikolinergik yang mensupresi aktif secara central dari aktivitas sistem vestibular, seperti skopolamin metilbromida
Prometazin dari golongan fenotiazin, efek samping utamanya ádalah mengantuk.
Zat simpatomimetik, seperti efedrin memiliki efek sinergis bila diberikan bersama antivertigo lain.  Obat ini dapat mengatasi efek sedatif obat lain tetapi dapat menyebabkan insomnia, gemetar, dan palpitasi.
Penyekat saluran kalsium perifer seperti flunarizindapat diberikan pada kasus vertigo dengan penyakit vaskular yang mendasarinya.
Penenang minor seperti daizepam dan lorazepam bermanfaat dalam menghilangkan ansietas akut yang menyertai vertigo