Asro Medika

Senin, 27 Februari 2012

LARINGITIS AKUT A/LARINGOTRAKEO BRONKITIS AKUT

Definisi    :
Keradangan pada laring/ laring-trakea-bronkus

Etiologi    : penyebab terbanyak adalah virus (Para influenza, Influenza, Adeno, RSV, Morbili)
Umur        : menyerang terutama pada kelompok umur 3 bulan-5 tahun

Gejala klinis Laringitis akut :
Sering pada anak, biasanya ringan
Selalu didahului infeksi saluran nafas atas
Gejala klinis : panas, pilek,batuk 2-3 hari, mendadak suara parau, batuk menggonggong, stridor inspiratoir, pemeriksaan faring tampak hiperemi
Kesukaran napas  yang terjadi tidak berat

Gejala klinis Laringotrakeobronkitis akut :
 Dapat terjadi infeksi sekunder karena bakteri
Kesukaran bernapas yang terjadi lebih berat
Anak dapat mengalami panas tinggi
Pada pemeriksaan fisis didapatkan tanda-tanda bronkitis

Diagnosis Laringitis akut/Laringotrakeo bronkitis akut :
Berdasarkan gejala klinis, pemeriksaan fisis
Ditunjang beberapa pemeriksaan tambahan :
o      Foto rontgen leher AP : bisa tampak pembengkakan jaringan subglotis (Steeple sign). Tanda ini ditemukan pada 50% kasus
o      Pemeriksaan laboratorium : gambaran darah dapat normal, jika disertai infeksi sekunder leukosit dapat meningkat.

Penatalaksanaan Laringitis Akut/Laringotrakeo bronkitis akut :
Umumnya tidak perlu MRS
Indikasi MRS :
   –    usia dibawah satu tahun
-         tampak toksik, sianosis, dehidrasi atau exhausted
-         tampak retraksi suprasternal,  atau retraksi subcostal
-         diagnosis tidak jelas
-         perawatan di rumah kurang memadai
Pada Laringotrakeo bronkitis akut dapat diberikan antibiotik (Ampisilin dan/atau Kloramfenikol)
Diberikan inhalasi dengan salin normal; bila tersedia dapat menggunakan racemic epinefrin inhalasi
Dapat diberikan antipiretika bila perlu
Pada anak yang tampak sakit berat :
o      Anak harus menjalani rawat inap
o      Pemberian oksigenasi
o      Pemberian inhalasi: salin normal
o      Pemberian cairan dan kalori intravena disesuaikan dengan berat badan dan status hidrasi
o      Antibiotik diberikan secara intravena
o      Dapat diberikan kortikosteroid intravena berupa deksametason dengan dosis 0,5 mg/kgBB/hari terbagi dalam 3 dosis, diberikan selama 1-2 hari
o      Jarang memerlukan tindakan trakeostomi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar