Asro Medika

Sabtu, 20 Agustus 2011

Organa Genitalia Feminina


Vulva
Vulva (pudendum) adalah terminologi terapan untuk genitalia feminina externa.
Labia majora adalah tonjolan berupa lipatan kulit berambut mulai dari mons pubis sampai pertemuannya di posterior pada garis tengah perineum. Labia majora adalah ekuivalen scrotum pada pria.
Labia minora terletak antara labia minora berupa bibir berkulit lembut yang bertemu di posterior membetuk lipatan tajam disebut fourchette. Di anterior menyelubungi clitoris membentuk preputium clitoridis di anterior dan frenulum di posterior.
Vestibulum adalah area yang diselubungi labia minora dan mengandung orificium urethra externum (terletak kira-kira di posterior clitoris) dan orificium vagina.
Orificium vagina pada wanita perawan terdapat lapisan tipis mukosa disebut hymen. Bentuk hymen berupa perforata untuk dilalui darah menstruasi, dapat juga berbentuk annular, semilunar, septal (cribriformis). Sangat jarang yang berbentuk imperforata yang dapat menyebabkan distensi vagina oleh darah menstruasi (haematocolpos). Pada saat coitus pertama, hymen akan robek umumnya pada bagian posterior atau posterior lateral, dan setelah melahirkan tidak ada yang tersisa dari hymen kecuali berupa karunkula disebut caruncula hymenales (myrtiformis).
Glandula Bartholin’s (kelenjar vestibularis terbesar) adalah sepasang kelenjar berbentuk lobula, pea-sized, menghasilkan mucus yang dikeluarkan pada bagian posterior labia minora.
Di anterior, masing-masing glandula tumpang tindih dengan bulbus vestibuli—suatu massa jaringan erektil cavernosa ekuivalen dengan bulbus spongiosum pada pria. Jaringan ini berjalan ke depan menyelubungi bulbospongiosus sepanjang sisi vagina kemudian berujung di klitoris.

VAGINA

Vagina menyelubungi cervix uteri kemudian berjalan ke bawah dan ke depan sepanjang dasar pelvis untuk membuka ke vestibulum.
Cervix uteri terproyeksi ke bagian anterior atap (superior) vagina sehingga alur servix uteri lebih dangkal di anterior (panjang dinding vagina 7,5 cm (3 inci)) dan di posterior lebih dalam (panjang dinding vagina 10 cm (4 inci). Atas dasar itu, alur cervix uteri dibagi menjadi fornix anterior, posterior dan lateral.
Terdiri dari 3 lapisan: lapisan terluar, berupa jaringan areolar, lapisan tengah, otot polos, lapisan dalam (dekat introitus), lapisan epitel squamous stratified yang membentuk rugae. Tidak memiliki kelenjar tapi selalu lembab oleh sekresi servix uteri. Pada masa pubertas sampai menopause terdapat bakteri Lactobacillus acidophilus yang memproduksi asam laktat untuk menjaga agar keasaman tetap pada pH 4,9 sampai 3,5 sehingga mikroba patogen tidak masuk ke vagina.

Hubungan
-          Anterior           : dasar vesica urinaria dan urethra (melekat pada dinding anterior vagina)
-          Posterior          : dari bawah kemudian naik mulai dari canalis analis (diantaranya terdapat corpus perinealis), rectum dan kemudian peritoneum kantong Douglas menutupi seper-empat bagian atas dinding posterior vagina.
-          Lateral             : m. levator ani, fascia pelvis dan ureter yang terletak dekat dengan fornix lateralis.

Bagi yang tidak mengetahui anatomi, tidak menyadari bahwa jalannya uterus ke arah atas dan ke depan dari vagina. Jika instrumen atau IUD (intra uterine device) dimasukkan ke arah belakang melalui fornix posterior, dapat menembus cavitas peritoneal dan mengakibatkan peritonitis.

Perdarahan
Suplai arteri berasal dari a. iliaca interna melalui cabang-cabang  yaitu a. vaginalis, a. uterina (rami vaginales), a. pudenda interna dan a. rectalis media (rami vaginales). Pleksus vena-vena mengalirkan darah melalui v. vaginalis menuju v. iliaca interna.


Aliran Limfatik
  • Sepertiga atas menuju nodus limfatikus iliaca interna dan eksterna
  • Sepertiga tengah menuju nodus limfatikus iliaca interna
  • Sepertiga bawah menuju nodus limfatikus inguinalis superficialis

Struktur Vagina
Vagina dan cervix dilapisi epitel squamous stratified, tidak mengandung glandula dan lubrikasinya sebagian dilakukan oleh mucus cervix dan sebagian oleh sel-sel epitel desquama vagina. Pada wanita nullipara, dinding vagina memiliki rugae, tapi akan menjadi lebih halus setelah melahirkan.
Di bawah lapisan epitel terdapat lapisan tipis yang memisahkannya dengan lapisan muskular dengan rangkaian serabut otot polos yang saling berkait (criss cross). Lapisan otot ini tergabung dalam selubung kapsul fasial yang bercampur dengan jaringan ikat sekitar pada pelvis, sehingga vagina benar-benar tersokong.
Pada wanita tua, panjang dan diameter vagina menyusut. Cervix tidak terproyeksi jauh ke dalam vagina sehingga fornix tidak jelas.


Daftar pustaka

Anatomi Klinik Snell
Guyton, Arthur C., dkk.1997.Buku Ajar Fisiologi Kedokteran.Jakarta:EGC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar