Asro Medika

Selasa, 24 April 2012

KALAZION



DEFINISI

Kalazion merupakan peradangan lipogranulomatosa yang berlokasi di kelenjar Meibom atau kelenjar zeis. Kalazion biasanya berkembang secara spontan sebagai hasil dari penyumbatan satu atau lebih kelenjar. Nodulnya berkembang secara lambat dan biasanya tidak sakit dan eritematosa. Lesinya biasanya hilang dalam beberapa minggu sampai beberapa bulan saat lesinya di drainase baik secara eksternal melalui kulit kelopak mata atau secara internal melalui tarsus, atau saat lipid yang tertekan difagosit dan granuloma menghilang. Sebagian kecil daripada jaringan parut nungkin akan tetap ada. Kadang-kadang pasien dengan kalazion mungkin mengalami pengelihatan kabur yang sekunder sampai astigmatisma karena tekanan dari kalazion terhadap bola mata.


EPIDEMIOLOGI

Kalazion terjadi pada semua umur; sementara pada umur yang ekstrim sangat jarang, kasus pediatrik mungkin dapat dijumpai. Pengaruh hormonal terhadap sekresi sabaseous dan viskositas mungkin menjelaskan terjadinya penumpukan pada masa pubertas dan selama kehamilan.

PATOFISIOLOGI
Produk-produk hasil pemecahan lipid (lemak), mungkin dari enzim-enzim bakteri yang berupa asam lemak bebas, mengalami kebocoran dari jalur sekresinya memasuki jaringan di sekitarnya dan merangsang terbentuknya respon inflamasi. Massa yang terbentuk dari jaringan granulasi dan sel-sel radang ini membentuk kalazion. Hal ini dapat membedakan kalazion dari hordeolum, yang merupakan reaksi radang akut dengan leukosit PMN dan nekrosis disertai pembentukan pus. Namun demikian, hordeolum dapat menyebabkan terbentuknya kalazion, dan sebaliknya.
Pada pemeriksaan fisik, dapat ditemukan nodul tunggal yang tidak lunak yang terdapat di dalam palpebra, berbeda dari hordeolum yang terdapat lebih superfisial. Pada pembalikan kelopak mata mungkin dapat ditemukan pembesaran kelenjar Meibom dan penebalan kronis pada kelenjar yang berkaitan.
DIAGNOSIS
Diagnosa ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan kelopak mata. Kadang saluran kelenjar Meibom bisa tersumbat oleh suatu kanker kulit, untuk memastikan hal ini maka perlu dilakukan pemeriksaan biopsi.

PENATALAKSANAAN
Untuk kasus Kalazion level kompetensi dari dokter umum adalah 3a yaitu:
Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan  fisik dan pemeriksaan- pemeriksaan  tambahan  yang  diminta  oleh  dokter  (misalnya  :  pemeriksaan laboratorium sederhana atau X-ray). Dokter dapat memutuskan dan memberi terapi pendahuluan,  serta merujuk ke  spesialis yang  relevan  (bukan kasus gawat darurat).

Terapi pendahuluan yang diberikan yaitu melakukan kompres hangat pada lesi selama 10-20 menit. Dan tidak diberikan antibiotik topikal karena tidak terlalu berarti dalam pengobatan kalazion. Kemudian dirujuk ke dokter spesialis mata untuk mendapatkan evaluasi dan mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.
 
PROGNOSIS
Pasien yang memperoleh perawatan biasanya memperoleh hasil yang baik. Seringkali timbul lesi baru, dan rekuren dapat terjadi pada lokasi yang sama akibat drainase yang kurang baik. Kalazion yang tidak memperoleh perawatan dapat mengering dengan sendirinya, namun sering terjadi peradangan akut intermiten.

KOMPLIKASI
            Rusaknya sistem drainase pada kalazion dapat menyebabkan trichiasis, dan kehilangan bulu mata. Kalazion yang rekuren atau tampat atipik perlu dibiopsi untuk menyingkirkan adanya keganasan. Astigmatisma dapat terjadi jika massa pada palpebra sudah mengubah kontur kornea. Kalazion yang drainasenya hanya sebagian dapat menyebabkan massa jaringan granulasi prolapsus diatas konjungtiva atau kulit.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar