Asro Medika

Sabtu, 25 Juni 2011

CYTOMEGALOVIRUS



DEFINISI
    Infeksi oleh sitomegalovirus (CMV) yang termasuk golongan virus herpes DNA
Virus ini dapat menyebabkan pembengkakan sel yang karakteristik sehingga sel membesar ( sitomegali) dan tampak sebagai gambaran mata burung hantu
·         Penularan : penularan CMV berlangsung secara horizontal ( terjadi melalui droplet infection dan kontak dari air ludah dan seni ), vertikal ( penularan proses infeksi  maternal ke janin ) dan hubungan seksual.
·         Infeksi CMV kongenital biasanya  terjadi karena transmisi transplasenta  selama kehamilan.

EPIDEMIOLOGI
·    0,5-2,5% populasi neonatal & pada peripartum diperkirakan 3-5%.
·    0,3-2% penyebab infeksi kongenital
·    10-15%  simptomatis
·    10-15%  asimptomatis

ETIOLOGI
è Cytomegalovirus
-     Antigen : Virus Cytomegalo
-     Famili : Herpesviridae
-     Ukuran : 180 -200 nm
Sumber infeksi :
-      saliva
-      Urin
-      Sekresi serviks/vagina
-      sperma
-      asi
-      darah/organ donor yg terinfeksi
-      ibu yg terinfeksi saat hamil

Cara penularan :
-     respirtaory droplets
-     kontak dgn sumber infeksi ( saliva,urin,sekresi serviks,vgina sperma,asi,air mata )
-     melalui transfusi dan transplantasi organ
-     secara vertikal dari ibu ke janin : prenatal (plasenta), perinatal (pada saat kelahiran), postnatal (ASI, kontak langsung)

MANIFESTASI KLINIK
-     Hepatosplenomegali
-     Mikrosefali
-     Retardasi mental
-     Gangguan psikomotor
-     Ikterus
-     Petechiae
-     Korioretinitis
-     kalsifikasi serebral

Jika infeksi terjadi pada :
·   Trimester I / awal T.II è hidrosefalus, mikrosefalus, mikroftalmia, hernia, gangguan pendengaran, retardasi mental & kdg2 ditemui kalsifikasi serebral.
·   Bulan2 terakhir kehamilan è hepatosplenomegali, treombositopenia, purpura, karioretinitis, & pneumonitis.

Patogenesis
·    Infeksi primer : terjadi pada pemaparan pertama  oleh individu, berlangsung secara simptomatis ataupun asimptomatis serta virus akan menetap dalam jaringan hospes dalam waktu yang tidak terbatas selanjutnya virus  masuk ke dalam sel2 dari berbagai jaringan ( infeksi laten )
·    Infeksi rekuren  disertai multiplikasi virus terjadi pada imun yang tersupresi yg bersifat iatrogenik
HTD
·    Metode serologik : adanya perubahan seronegatif menjadi seropositif ( tampak adanya igM dan igG anti CMV ) sebagai hasil pemeriksaan  serial dengan interval 3 minggu
-     Infeksi primer dapat pula dilihat dari low igG avidity 
-     Indikasi pemeriksaan serologi : donor darah/organ, resipen organ transplantasi, wanita sblm hamil
·    Metode virologik  : viremia maternal dapat dilihat  dengan menggunakan  uji imunofluoresen
·    Diagnosis pranatal : 
-     PCR
-     Isolasi virus pada cairan ketuban, amniosintesis dilakukan pada umur kehamilan 21-23 minggu
·    Pemeriksaan penunjang lain:
Uji imuno fluorosen dengan menggunakan monoclonal antibody yang mengikat antigen Pp 65, suatu protein (polipeptida dengan berat molekul 65 kilo Dalton) dari CMV dalam sel leukosit sel darah putih.

PENATALAKSANAAN
·    Pada umur kehamilan < 20 minggu terminasi kehamilan dapat dilakukan
·    Obat : ganciclovir, foscarnet,cidofivir dan valaciclovir

Pencegahan
-     Konseling &  Vaksinasi
-     Jangan mencium anak2 usia dibawah 6 thn pada mulut dan pipi,
-     Jangan makan/minum pada piring/gelas yang sama atau menggunakan sikat gigi yang sama dgn anak kecil,
-     Cucilah tangan dgn sabun dan air setelah mengganti popok bayi atau setelah kontak dgn air liur anak,
-     Petugas di pusat perawatan/penitipan bayi sebaiknya menggunakan sarung tangan saat mengganti popok, dan
-     Cucilah mainan anak dengan sabun dan air

KDU è 2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar