Asro Medika

Senin, 17 Oktober 2011

Anorexia


a.       Penyebab

·         Kelainan pola makan
·         Faktor genetik
·         Penyakit organis
·         Kelainan bawaan, jantung dan saluran pencernaan
·         Psikologis

b.      Jenis
·         Anoreksia nervousa
Gangguan makan yang terutama menyerang wanita remaja, yang menolak mempertahankan BB minimal akibat ketakutan yang berat menjadi gemuk.
·         Pika
Dorongan untuk makan, tetapi memakan benda yang bukan nutrisi, misalnya kerikil, es, rambut, debu, dll.
·         Bulimia
Kelebihan keinginan makan periodik, diikuti perilaku yang menunjukkan pembuangan asupan kelebihan kalori seperti memaksakan muntah, menggunakan laksatif, puasa, dan latihan secara berlebihan.
c.       Mekanisme
Mekanisme berubahnya perasaan lapar dan selera makan pada berbagai penyakit belum dipahami dengan baik. Asupan makanan diatur lewat dua buah pusat di hipotalamus “pusat makan” di bagian lateral dan “pusat rasa kenyang” di bagian ventromedial. Pusat rasa kenyang menghambat pusat makan setelah seseorang makan hingga timbul rasa kenyang. Anoreksia umumnya terlihat pada penyakit traktus gastrointestinal dan hepar. Namun dapat pula menjadi gambaran pada penyakit ekstraintestinal. Nyeri kronik karena berbagai sebab dapat menimbulkan kehilangan selera makan. Anorexia bisa terlihat mencolok pada penyakit jantung kongestif.
Pada penyakit kardiovaskular, penurunan aliran darah ke GI tract, dapat menyebabkan anorexia. Di sisi lain, penurunan aliran darah ke otak dan sekitarnya dapat mengganggu pusat lapar dan kenyang, sehingga timbul anorexia.
Pada anak-anak, rasa sakit juga terkadang menyebabkan dia anorexia atau ”susah makan”. Radang pada saluran pencernaan (mulai dari mulut sampai usus” menimbulkan rasa sakit pada saat sesuatu melewatinya. Ini juga dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan.

Team Samo Kito

Tidak ada komentar:

Posting Komentar