Asro Medika

Kamis, 13 Oktober 2011

PNEUMOMEDIASTINUM


a.    Definisi
Pneumomediastinum atau mediastinal emfisema merupakan suatu kondisi terdapatnya udara di dalam mediastinum.

b.   Etiologi
·         Ruptur alveolus dengan diseksi udara ke dalam mediastinum
·         Perforasi atau ruptur esophagus, trakea atau bronkus utama
·         Diseksi udara dari leher atau abdomen ke dalam mediastinum
c.    Faktor Risiko/Faktor Pencetus
·         Batuk yang frekuen, menangis, berteriak, muntah, defekasi dan valsava yang dapat meningkatkan tekanan alveolar.
·         Beberapa penyakit pernafasan, diantaranya asma, bronkhiolitis, pasien dengan tindakan intubasi dan ventilasi mekanik termasuk dalam resiko yang tinggi mengalami pneumomediastinum

d.   Epidemiologi
·         Bayi E>>C
·         Umur rata-rata dari pasien yang diserang adalah 11 tahun

e.    Patofisiologià dibawah
f.    Gejala Klinis
·         Nyeri dada (50- 90%), khasnya terdapat nyeri dada substernum yang berat dengan atau tanpa penyebaran ke leher dan lengan.
·         Dyspnea
·         Demam, kadang timbul menyertai gejala yang lain : Nyeri tenggorokan Disfagia

g.   Penegakan Diagnosis
Pemeriksaan Fisik
·         Biasanya ditemukan emfisema subkutis (udara di subkutis menunjukkan adanya udara bebas di dalam rongga thoraks)
·         Tanda Hamman merupakan tanda patognomik dari pneumomediastinum. Tanda Hamman ini terdiri dari :
Ø  Precardial Systolic Krepitasi
Ø  Melemahnya bunyi jantung
Pemeriksaan Penunjang
·         Radiografi dada
Adanya gas pada ruang mediastinal
Terlihat garis udara sepanjang struktur anatomis sepanjang mediastinum termasuk “thymic sail sign”, “tanda cincin yang mengitari arteri”, tubular artery sign, double bronchial sign, diafragma yangmenyambung dan tanda ekstrapleural 
Ø  Cincin yang mengelilingi arteri (artery tubular), sebuah area radiolusen yang dapat terlihat mengelilingi arteri pulmonalis kanan pada radiograf dada lateral.
Ø  Thymic sail (spinnaker) sign : lobus thymic terangkat ke atas membentuk spinnaker yang penuh.

·         Pemeriksaan Laboratorium
Ø  Pemeriksaan gas darah arteri
-        Gas darah arteri harus diperiksa pada pasien dengan distress respirasi
-        Gas darah mungkin normal atau bahkan menimbulkan keadaan hipoksia atau hiperkarbia, tergantung dari toleransi akut sistem respiratorik.
Ø  Enzim jantung
-        Untuk menyingkirkan adanya infark miokard

·         Elektrokardiografi---untuk menyingkirkan infark miokardial, perikarditis dan miokarditis.

h.   Diagnosis Banding
·         Mediastinitis
·         Pneumothoraks
·         Pneumonia
·         Sindrom aspirasi
·         Bronkitis akut dan kronik
·         Bronkiolitis
·         Infark miokard

i.     Penatalaksanaan
·         Perawatan Medis.
Ø  Ventilasi mekanik
Ø  High- frequency oscillatory ventilation
Ø  Asynchronous independent lung ventilation
Ø  Nitrogen washout dengan inhalasi oksigen 100%.

·         Penanganan dengan metode pembedahan
Intervensi bedah disiapkan untuk penanganan kardiorespiratorik :
Ø  Mediastinoscopy
Ø  Precutaneus placement of mediastinal drainage tube
Ø  Double mediastinotomy dilakukan dengan lokal anestesi

·         Rujukan
Ø  Penanganan Intensif. Pasien- pasien dengan distress respirasi akut, peningkatan kebutuhan oksigen, sindrom kebocoran udara lain atau tanda- tanda kompensasi kardiovaskular perlu dirujuk ke unit penanganan intensif untuk penanganan dan monitoring lebih lanjut.
Ø  Penanganan Pediatri Superintensif. Apabila pasien mempunyai kompensasi atau kondisi serius yang berhubungan dengan pneumomediastinum ( contoh perforasi esofageal) dapat dirujuk ke unit penanganan superintensif.

j.     Komplikasi
·         Tension pneumomediastinum
·         Mediastinitis

k.   Prognosis
Pneumomediastinum jarang menyebabkan kematian (Dubia et bonam)

l.        KDU, 3A

Pustaka: Ringkasan team samo kito

Tidak ada komentar:

Posting Komentar