Asro Medika

Selasa, 15 November 2011

Anatomi Hati



Hepar bersifat lunak dan lentur dan menduduki region hypochondrium kanan, meluas sampai regio epigastrium. Hepar menempati bagian atas cavitas abdominalis, dibawah diafragma, sebagian besar ditutupi oleh costae, cartilage costalis dan diafragma.
Hepar  dibagi menjadi lobus dexter dan lobus sinister yang lebih kecil, kedua lobus dipisahkan oleh ligamentum falsiformis. Lobus dexter dibagi menjadi lobus quadratus dan lobus caudatus oleh adanya vesica fellea, fisura untuk ligamentum teres hepatis,vena cava inferior, dan fisura untuk ligamentum venosum. Hepar dibungkus capsula fibrosa dan membentuk lobules hepatis.
Sirkulasi darah hepar :
            Vasa darah  yang memberi darah ke hepar adalah a.hepatica dan v.portae hepatis. A.hepatica membawa darah yang kaya oksigen ke hepar, sedangkan v.portae hepatis membawa darah vena yang kaya hasil pencernaan yang telah diserap dari tractus gastrointestinal. Darah arteri dan vena masuk ke v.centralis dari setiap lobules hepatis melalui sinusoid hepar. Vena centralis bermuara ke vena hepatica dextra et sinistra, dan meninggalkan permukaan posterior hepar menuju vena cava inferior.
Limfe :
            Hepar menghasilkan banyak limfe, sekitar 1/3-1/2 seluruh limfe tubuh. Vasa limfe meninggalkan hepar dan masuk ke beberapa lymphonodus di porta hepatis. Vassa efferent menuju nodi coeliacus. Sejumlah kecil  vasa limfe menembus diafragma menuju nodi lymphoidea mediastinalis posterior.
Persyarafan :
            N.symphaticus dan N.parasymphaticus yang berasal dari plexus coeliacus.

Fisiologi Hepar
Ada tiga fungsi dasar hepar yaitu :
·      Pembentukan dan sekresi empedu yang dimasukkan ke dalam usus
·      Berperan dalam aktivitas metabolism karbohidrat, lemak, dan protein.
·      Menyaring darah untuk membuang bakteri dan benda asing lain yang masuk ke dalam darah dari lumen usus.

I.         DUCTUS BILIARIS HEPATIS
Anatomi
            Empedu disekresi oleh sel hati, disimpan dan dipekatkan dalam kandung empedu, kemudian empedu dialirkan ke usus halus. Saluran empedu terdiri atas ductus hepaticus dexter et sinister, ductus choledochus, ductus biliaris, vesica vellia, dan ductus cysticus.   Ductus hepaticus dexter et sinister  : keluar dari lobus dexter dan sinister hepar di dalam portae hepatis. Kemudian bergabung membentuk ductus hepaticus comunis. Ductus choledochus  : panjangnya sekitar 8 cm. Di permukaan posterior caput pancreas ia bergabung dengan ductus pancreaticus major dan menembus dinding medial pars decendens duodeni di pertengahan bawah. Dan bersama-sama mereka bermuara dalam ampulla kecil dalam dinding duodenum ( Ampulla Vater ). Ampula ini bermuara ke dalam lumen duodenum melalui sebuah papilla kecil, yaitu papilla duodeni major.
             Kandung empedu ( vesica vellia )  : kantong yang bebentuk buah pir yang terletak pada permukaan visceral hati. Vesica vellia dibagi menjadi corpus, fundus, dan collum. Berperan sebagai reservoir empedu,  dengan kapasitas sekitar 50 ml, mempunyai kemampuan memekatkan empedu dengan cara mengabsorbpi air melalui permukaan membrane mukosa yang berlipat-lipat membentuk gambaran sarang tawon. Empedu masuk ke duodenum sebagai akibat kontraksi dan pengosongan parsial dari vesica vellia. Mekanisme ini dimulai ketika makanan berlemak masuk ke duodenum. Lemak menyebabkan pelepasan hormone cholecystocinin dari membrane mucosa duodenum, horman masuk ke dalam darah dan menimbulkan kontraksi vesica vellia. Pada saat bersamaan otot polos di ujung distal ductus choledochus dan ampula mengalami relaxasi, sehingga empedu mengalir ke dalam duodenum. Garam empedu berperan penting dalam emulsi lemak di usus dan membantu pencernaan dan absorbsinya.
            Ductus cysticus  : panjangnya 4 cm dan menghubungkan collum vesica vellia ke ductus hepaticus comunis membentuk ductus choledochus.
Tutorial Blok 13

Tidak ada komentar:

Posting Komentar