Asro Medika

Rabu, 16 November 2011

Gangguan waham menetap



“sekelompok gangguan jiwa dengan waham – wahamnya yang berlangsung lama, dan merupakan satu - satunya gejala klinik yang khas atau mencolok serta tidak dapat digolongkan sebagai gangguan organik , skizofrenik atau efektive”
Waham : delusion : keyakinan patologis yang tak sesuaidengan realitas dan tak dapat dikoreksi walaupun telah diberikan bukti – bukti bahwa keyakinannya salah dan tidak sesuai dengan budaya setempat.   
        I.            Penegakkan diagnosis
A.      Gangguan Waham
Pedoman diagnosis gangguan waham
1.       Merupakan satu – satunya gejala yang paling mencolok
2.       Sudah berlangsung paling sedikit 3 bulan dan khas pribadi
3.       Bila terdapat gejala depresi, maka gejala waham harus tetap ada pada saat depresinya hilang.
4.       Tidak disebutkan panyakit otak, tidak terdapat halusinasi, dan tanpa riwayat skizofrenia, dan tanpa riwayat skizofrenik

B.      Gangguan waham menetap lainnya
Gangguan waham menetap  yang tidak memenuhi kriteria untuk gangguan waham
Termasuk :
·         Gangguan waham dengan halusinasi yang  tidak memenuhi kriteria skizofrenia
·         Gangguan waham menetap kurang 3 bulan

C.      Eksklusi gangguan organik, skizofrenik, dan afektif
1.       Kalau waham menetap lebih dari 3 bulan, menjadi: Gangguan waham menetap
2.       Kalau halusinasi menetap lebih dari 3 bulan, menjadi : psikosis nonorganik lainnya
      II.            PERJALANAN PENYAKIT GANGGUAN WAHAM MENETAP
1.    Kurang dari 25% menjadi skizofrenia
2.    Kurang dari 10% menjadi gangguan afektif
3.    50% sembuh untuk waktu yang lama
4.    20% hanya penurun gejala
5.    30% tidak mengalami perubahan gejala




    III.            Etiologi dan mekanismenya
Etiologi dari gangguan waham adalah unknown hingga saat ini penelitian baru dapat mencari hubungan kemungkinan – kemungkinan yang mendasari terjadinya gangguan waham , diantaranya:
1.       Faktor  genetik
2.       Faktor biochemical
3.       Faktor psychological

    IV.            Diagnosis banding
Harus difikirkan semua kemungkinan gangguan yang dapat menimbulkan waham, mulai dari penyakit

      V.            Tata laksana
1.       Indikasi rawat inap :
a.       Menditeksi penyebab nonpsikiatrik
b.      Mengganti kemampuan mengendalikan impuls kekerasan
c.       Menstabilkan hubungan sosial /kerja
2.       Farmakoterapi
a.       Antipsikotik adalah obat terpilih untuk penanganan gangguan waham menetap
b.      Mulai dengan dosis rendah anti psikotik (haloperidol 2 mg) dan naikan bertahap
c.       Dosis meintenance biasanya rendah
d.      Bila gagal dengan antipsikotik, maka dihentikan

Antipsikotik dibedakan atas:
1.       Antipsikotik tipikal (antipsikotik generasi pertama)
·         Klorpromazin
·         Flufenazin
·         Tioridazin
·         Haloperidol
·         Dan lain – lain
2.       Antipsikotik atipikal (antipsikotik generasi kedua)
·         Klozapin
·         Olanzapin
·         Risperidon
·         Quetapin
·         Aripiprazol
·         Dan lain – lain
2.       Psikoterapi
a. Terapi individual lebih efektif dari terapi kelompok.
b.Terapi suportif berorientasi tilikan, kognitif, dan perilaku sering afektif.
c. Bina hubungan dan kepercayaan.
d.Hindari membicarakan waham pasien, dan tidak boleh meremehkan ataupun mendukung isi waham tersebut.
3.         Terapi keluarga
a. Target hubungan sosial yang baik.
b.Dukungan dari keluarga, baik dalam menciptakan suasana yang tidak menimbulkan stressor dari segi finansial/ pembelian antiseptik.
c. Melibatkan individu dalam bersosialisasi/ rehabilitasi.

    VI.            Prognosis dan komplikasi
Perjalanan penyakit gangguan waham menetap
1.      Kurang dari 25 % menjadi skizofrenia
2.      Kurang dari 10 % menjadi gangguan efektif
3.      50% sembuh untuk waktu yang lama
4.      20% hanya penurunan gejala
5.      30% tidak mengalami perubahan gejala
6.      Prognosis ke arah baik :
·         Riwayat pekerjaan dan hubungan sosial yang baik
·         Kemampuan penyesuaian yang tinggi
·         Wanita
·         Onset  sebelum 30 tahun
·         Onset
·         Onset tiba – tiba
·         Lamanya
·         Adanya faktor pencetus

GANGGUAN WAHAM   TERINDUKSI
A.                             PENGERTIAN
l  Suatu gangguan waham yang terjadi pada dua orang atau lebih, satu individu memang menderita gangguan psikotik, yang lainnya menderita waham karena terinduksi penderita pertama tadi.
l  Orang-orang yang terlibat dalam waham terinduksi ini biasanya mempunyai hubungan yang sangat erat.
B.                             DIAGNOSIS WAHAM TERINDUKSI
l  Pedoman Diagnosis Waham Terinduksi
(1) Dua orang atau lebih mengalami waham  
      yang sama dan saling meyakinkan ;
(2)  Mereka mempunyai hubungan yang     
      sangat erat ;
(3)  Terdapat bukti bahwa waham tersebut
      terinduksi pada orang yang pasif dari 
      orang yang aktif.

l  Pedoman Diagnosis
(1)  Onset psikotiknya akut (dua minggu atau
      kurang)
(2). Waham dan halusinasi harus sudah ada   
      dalam sebagian besar waktu sejak
      berkembangnya psikotik yang jelas.
(3). Tidak memenuhi kriteria skizofrenia
       maupun gangguan psikosis polimorfik
       akut.
(4).  Lamanya sakit kurang dari 3 bulan.

Catatan
1. Kalau waham menetap lebih dari 3 bulan,  menjadi : Gangguan waham menetap.
2. Kalau halusinasi menetap lebih dari 3 bulan, menjadi : psikosis nonorganik lainnya.

Team Samo Kito


Tidak ada komentar:

Posting Komentar