Asro Medika

Rabu, 16 November 2011

Hemofilia ( A dan B )





Hemofilia A
Hemofilia B
Penyakit von willebrand
Inheritance
Sex linked
Sex linked
Autosomal dominan
Tempat perdarahan
Otot, sendi, post trauma
Otot, sendi, post trauma
Mukoa, luka kulit, operasi, post trauma
Bleeding time
Normal
Normal
Memanjang
APTT
Memanjang
Memanjang
Memanjang
F.VIII
Rendah
Normal
vWF
F.IX
Normal
Rendah
Normal
PPT
Normal
Normal
Normal

Penegakan Diagnosis
(a)    Anamnesis : Gejala (waktu), diet, riwayat medis dan riwayat keluarga dengan Hemofilia.
(b)   Pem. Fisik :
Perdarahan yang sukar berhenti terutama bila mengenai pemb darah besar à pada sendi atau otot, setelah trauma atau operasi. Ketika terjadi perdarahan di otot dan sendi (hemarthrosis), penderita akan merasa kesemutan dan panas di tempat dimaksud. Selanjutnya akan timbul rasa sakit yang hebat dan pembengkakan. Pada umumnya perdarahan di daerah sendi mengakibatkan sendi tidak dapat digunakan.
(c)    Pem. Lab :
-          Darah tepi : pada saat awal normal (Hb,Leukosit,trombosit)
-          Bleeding time normal
-          Clotting time memanjang
-          Thrombosit normal
-          Protrombin Time (PT) dan Tromboplastin Time (TT) normal
-          Plasma Tromboplastin Time (PTT) atau APTT memanjang, atau bisa tidak memanjang pada hemofili ringan
u Diagnosa Pasti : Kadar faktor pembekuan berkurang
-          Pada Hemofilia A akan mengalami kekurangan faktor VIII
-          Hemofilia B akan mengalami kekurangan faktor IX.
Hemofilia adalah penyakit akibat kekurangan factor pembekuan darah yang diturunkan (herediter) secara sex- linked recessive pada kromosom X (Xh).
Terdapat 2 macam hemofilia:
Ø  Hemofilia A: akibat defisiensi atau disfungsi faktor pembekuan VIII.
Ø  Hemofilia B (Christmas disease): akibat difisiensi atau disfungsi faktor IX.
Terdapat juga hemofilia C yaitu penyakit pendarahan akibat kekurangan faktor XI yang diturunkan secara autosomal recessive pada gen 4q32q35.
Epidemiologi
Ø  Bermanifestasi klinik pada laki-laki.
Ø  INSIDEN
u 30 - 100 per 10 juta penduduk
u 80 – 85 % Hemofilia A
u 10 – 15 % Hemofilia B
Ø  KLASIFIKASI
u Hemofilia Berat:kadar faktor < 1%
u Hemofilia Sedang:kadar faktor 1-5 %
u Hemofilia Ringan:kadar faktor 5-30%
NORMAL : Kadar faktor Pembekuan 50-150 U/dl 
Etiologi
Ø  Mutasi gen
Ø  Riwayat keluarga
Faktor Resiko
Ø  Prevalensi tinggi pada laki-laki.
Ø  Riwayat keluarga yang menghadapi masalah pendarahan atau pendarahan berulang.
Manifestasi Klinis
Pendarahan meruapakan tanda klinis khas yang ditemui pada hemofilia, pendarahan secara spontan atau ringan sampai sedang serta dapat timbul saat bayi mulai merangkak. Bergantung juga pada beratnya hemofilia ( aktivitas faktor pembekuan ).
Delay and Prolonged Bleeding :
u Hemofilia Berat : Perdarahan spontan
u Hemofilia Sedang : Perdarahan bila ada trauma pada sendi/ otot
u Hemofilia Ringan : Perdarahan pada operasi seperti pada sunat, dsb

Usaha Tubuh Menghentikan Perdarahan:
1.      vaskuler
2.      jaringan sekitar
3.      thrombosit
4.      pembekuan

Ø  Keping darah (trombosit) akan menutup luka pada pembuluh.
Ø  Faktor-faktor pembeku darah bekerja membuat anyaman (benang - benang fibrin) yang akan menutup luka sehingga darah berhenti mengalir keluar pembuluh.
Oleh karena, kekurangan jumlah factor (VIII atau IX)  pembeku darah tertentu, mengakibatkan anyaman penutup luka tidak terbentuk sempurna, sehingga darah tidak berhenti mengalir keluar pembuluh.
Penatalaksanaan
1.  Penghentian perdarahan
            - Tinggikan luka
            - Kompres dingin
            - Pembebatan
2.  Substitusi faktor yang kurang
  • Pada keadaan emergensi/penderita baru dan jenisnya belum jelas diberikan plasma segar.
  • Pengobatan khusus tergantung jenis dan derajat hemophilia :
Ö        Hemofilia A diberi Koate
Ö        Hemofilia B diberi Konine
Pemberian koate, secara intravena selama 5-10 menit, dosis sesuai derajat hemophilia :
·                                                            Hemofilia Ringan : faktor pembekuan 5-10%, dosis koate 10Iµ/kgBB, akan meningkat faktor VIII sebesar 20%
·                                                            Hemofilia Sedang : faktor pembekuan 1-5%, dosis koate 15-25 Iµ/kgBB, akan meningkat faktor VIII sebesar 30-50%, dosis maintance 10-15 Iµ/kgBB setiap 8-12 jam
·                                                            Hemofilia Berat : faktor pembekuan <1%, dosis koate 40-50 Iµ/kgBB, akan meningkat faktor VIII sebesar 80-100%, dosis maintance 20-25 Iµ/kgBB setiap 8-12 jam
Pengobatan tergantung derajat hemophilia :
·                                                            Hemofilia berat         : tidak menunggu perdarahan, langsung terapi substitusi dengan antihemofilia setiap hari sampai mencapai target faktor pembekuan >5%
·                                                             Hemofilia Sedang    : tergantung adanya perdarahan terutama perdarahan sendi
Nila tidak ada koate dan konine :
*      Hemofilia A diberi Cryo precipitat (Note :1 kantong Cryoprecipotate mengandung 80% faktor VIII), Faktor VIII = 0,54xBBxkadar yang diinginkan        
*      Hemofilia B diberi plasma segar 
3.  Rehabilitasi/ Edukasi
            - Hindari trauma : dibatasi aktivitas fisik, dilarang olga yg menyebabkan benturan
            - Cara hidup : jangan banyak perabotan rumah yg banyak siku-siku
            - Hindari pemberian aspirin
Prognosis
            Vitam              : Dubia et Bonam
            Fungsional       : Dubia et malam

Komplikasi
Ø  Hemartrosis, pendarahan intramuscular dan hematom

Team Samo Kito
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar