Asro Medika

Rabu, 16 November 2011

Distrofi Otot Duchenne


Distrofi Otot Duchenne
-      Terjadi pada anak laki-laki berusia 3-7 tahun, berupa kelemahan di sekitar pinggul.Biasanya diikuti oleh kelemahan di otot bahu dan semakin parah.
-      Otot juga membesar, tetapi jaringan ototnya tidak kuat.
Pada sekitar 90% penderita juga terjadi pembesaran dan kelemahan otot jantung, menyebabkan kelainan denyut jantung yang bisa terlihat pada pemeriksaan EKG.
-      Penderita berjalan seperti bebek, sering terjatuh, mengalami kesulitan dalam menaiki tangga dan mengalami kesulitan ketika bangkit dari posisi duduk.
-      Otot-otot lengan dan tungkai biasanya mengkerut di sekitar sendi, sehingga sikut dan lutut tidak dapat diluruskan sepenuhnya.
-      Pada akhirnya bisa terjadi kelainan lengkung tulang belakang (skoliosis).
Pada usia 10-12 tahun, sebagian besar penderita harus duduk di kursi roda.
-      Kelemahan yang semakin memburuk juga menyebabkan penderita mudah terserang pneumonia dan penyakit lainnya, dan banyak yang meninggal pada usia 20 tahun.
-      Gower's sign: kesulitan bangkit dari lantai (bertumpu pada lutut dan tangan, lutut ekstensi sementara lengan ke depan, lalu lengan menumpu pada paha sementara bangkit ke posisi tegak sehingga tercapai ekstensi hip maksimal).

Distrofi Otot Becker

-      Gejalanya menyerupai distrofi otot Duchenne, tetapi lebih ringan.
-      Gejala pertama kali muncul pada usia 10 tahun.
-      Ketika mencapai usia 16 tahun, sangat sedikit penderita yang harus duduk di kursi roda dan lebih dari 90% yang bertahan hidup sampai usia 20 tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar